Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 pada Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemahaman perangkat daerah terhadap pentingnya daya saing sebagai fondasi dalam perumusan kebijakan pembangunan yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa IDSD merupakan indeks komposit yang digunakan untuk mengukur tingkat daya saing suatu daerah melalui empat pilar utama, yaitu lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, serta ekosistem inovasi. Keempat pilar ini menjadi indikator penting dalam menilai kemampuan daerah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil pengukuran IDSD Tahun 2025, Kabupaten Jombang memperoleh skor 3,89. Capaian ini menunjukkan kinerja yang cukup baik karena hampir setara dengan rata-rata Provinsi Jawa Timur sebesar 3,91, serta berada di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 3,50. Hasil tersebut menempatkan Kabupaten Jombang dalam kategori daerah dengan daya saing yang relatif kuat.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Jombang menilai masih diperlukan upaya percepatan dan penguatan sinergi lintas perangkat daerah agar mampu menembus kelompok daerah unggul. Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini turut disampaikan matriks peran perangkat daerah dalam mendukung peningkatan IDSD, sehingga setiap organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki arah kontribusi yang jelas dan terukur.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kolaborasi antar perangkat daerah dalam merumuskan program dan kebijakan yang berorientasi pada penguatan daya saing. Dengan sinergi yang optimal, Kabupaten Jombang diharapkan dapat mewujudkan pembangunan yang lebih maju, adaptif, dan berkelanjutan, serta memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat.